Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Energi Hijau, Siapkan Investasi hingga 70 Triliun untuk PLTA dan PLTG

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:23 WIB

40103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi Solihin Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi Solihin Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, didampingi Solihin Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan ketahanan energi nasional melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi bersih sebagai bagian dari strategi mencapai swasembada energi dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Usai pertemuan, Jusuf Kalla mengatakan pengembangan sektor energi menjadi salah satu syarat utama agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.

“Kami membahas upaya meningkatkan kapasitas energi nasional untuk mendukung swasembada energi. Saat ini sudah dibangun sekitar 1.500 megawatt pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan kami siap melanjutkan pembangunan sekitar 2.000 megawatt lagi, termasuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG),” ujar Jusuf Kalla.

Menurutnya, kebutuhan energi akan meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok pemerintah hingga mencapai delapan persen. Karena itu, pembangunan pembangkit berbasis energi hijau dinilai menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan listrik bagi industri maupun masyarakat.

“Tanpa pasokan energi yang memadai, akan sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Presiden mendukung percepatan pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau, sebagai fondasi pembangunan jangka panjang,” katanya.

Jusuf Kalla mengungkapkan, pengembangan proyek energi tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun.

Ia menjelaskan, desain proyek dan lokasi pembangunan telah tersedia. Tahap berikutnya akan difokuskan pada penyelesaian aspek teknis agar realisasi investasi dapat segera dimulai.

“Desain proyek sudah ada, lokasi juga sudah tersedia. Selanjutnya tinggal penyelesaian teknis. Presiden memberikan dukungan agar proyek ini segera direalisasikan,” ujarnya.

Selain membahas sektor energi, pertemuan Presiden Prabowo dan Jusuf Kalla juga menyinggung sejumlah perkembangan internasional, termasuk dinamika keamanan dan perdamaian di kawasan Thailand Selatan, Pakistan, dan Afghanistan.

Meski demikian, Jusuf Kalla tidak merinci substansi pembahasan mengenai isu-isu tersebut.

Pemerintah berharap penguatan ketahanan energi melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi bersih dapat meningkatkan kemandirian energi nasional, memperkuat daya saing industri, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. (Rahmat/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru