Prabowo Perkuat Pendidikan Lewat MBG dan Interactive Flat Panel, 80,7 Persen Siswa Sudah Terima Manfaat

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:50 WIB

40209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan pers Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti usai diterima Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres

Keterangan pers Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti usai diterima Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui sejumlah program prioritas yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga digitalisasi pembelajaran menggunakan Interactive Flat Panel (IFP).

Perkembangan program tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Kamis (11/6/2026).

Abdul Mu’ti menjelaskan, MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun karakter generasi muda melalui program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat.

Program tersebut meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.

“MBG merupakan bagian dari penguatan karakter peserta didik melalui Program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat yang telah kami siapkan beserta modul pendukungnya,” ujar Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti mengungkapkan, hingga 10 Juni 2026, sekitar 80,7 persen peserta didik di Indonesia telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Dari sekitar 53 juta peserta didik secara nasional, lebih dari 43 juta siswa telah memperoleh layanan tersebut.

Menurutnya, sejumlah hasil penelitian, termasuk yang dilakukan oleh Universitas Indonesia, menunjukkan program MBG berdampak positif terhadap peningkatan kehadiran siswa di sekolah, motivasi belajar, hingga capaian akademik.

“Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas penerima berharap program ini terus berlanjut karena memberikan manfaat nyata terhadap kehadiran di sekolah, semangat belajar, dan prestasi akademik,” katanya.

Selain MBG, pemerintah juga mempercepat transformasi pembelajaran berbasis teknologi melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di berbagai daerah.

Pada 2025, pemerintah telah menyalurkan 288.865 unit IFP yang kini dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif di satuan pendidikan.

Abdul Mu’ti mengatakan berbagai penelitian menunjukkan penggunaan perangkat tersebut mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus mendorong partisipasi dan motivasi siswa di kelas.

“IFP sudah digunakan secara luas di sekolah dan hasil penelitian menunjukkan perangkat ini memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran maupun motivasi belajar peserta didik,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan berbagai program prioritas di bidang pendidikan merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemerataan akses pendidikan, penguatan karakter, pemenuhan gizi peserta didik, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. (Rahmat/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru