Bobby Nasution: Ketahanan Pangan Harus Menjadi Tanggung Jawab Pemerintah hingga Tingkat Desa

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:23 WIB

4067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bobby Nasution saat menghadiri penutupan Pelatihan dan Pendidikan Tani Merdeka Sumut-Aceh yang berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, pada Selasa (28/7/2026).

Bobby Nasution saat menghadiri penutupan Pelatihan dan Pendidikan Tani Merdeka Sumut-Aceh yang berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, pada Selasa (28/7/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang harus menjadi perhatian seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri penutupan Pelatihan dan Pendidikan Tani Merdeka Sumut-Aceh yang berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, pada Selasa (28/7/2026).

Menurut Bobby, pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab setiap keluarga, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bobby Nasution menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menetapkan sektor pangan sebagai salah satu program prioritas nasional.

Karena itu, pemerintah di setiap tingkatan diharapkan mampu mengimplementasikan kebijakan tersebut hingga menjangkau masyarakat di tingkat desa.

“Dan tugas kita adalah bagaimana program Presiden ini dapat terimplementasi hingga ke tingkat paling bawah dan dipahami oleh masyarakat,” ujar Bobby Nasution.

Ia menilai keberhasilan program ketahanan pangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Bobby Nasution mengatakan berbagai program pemerintah di sektor pertanian mulai menunjukkan perkembangan positif.

Salah satu indikator yang disampaikan adalah meningkatnya penyerapan hasil pertanian yang dinilai memberikan dampak bagi petani.

“Hari ini kami melihat program-program yang sudah dilakukan oleh Bapak Presiden sejalan semua, termasuk di bidang pertanian. Kita mengetahui data-data bagaimana penyerapan hasil pertanian saat ini sudah sangat baik,” katanya.

Meski demikian, Bobby tidak memaparkan data kuantitatif mengenai tingkat penyerapan hasil pertanian dalam kesempatan tersebut.

Bobby Nasution juga mengajak organisasi Tani Merdeka untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung berbagai program pembangunan sektor pertanian.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat kapasitas petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

“Ke depan, program-program Tani Merdeka mungkin bisa kita kolaborasikan, karena kami yakin semuanya sudah memiliki tenaga ahli di bidangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Tani Merdeka Sumatera Utara, Gusmiyadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pengembangan sektor pertanian.

Ia juga mendukung rencana penerapan zonasi pertanian dan peternakan di Sumatera Utara yang dinilai dapat mendukung pengembangan sektor pangan secara lebih terarah.

Dalam kesempatan tersebut, Gusmiyadi menyampaikan bahwa Sumatera Utara belum terpilih sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan Tahun 2029.

Sebagai alternatif, ia mengusulkan agar Sumatera Utara menjadi tuan rumah pertemuan petani tingkat nasional.

“Kita pastikan Sumatera Utara akan menjadi basis konsolidasi kaum petani di seluruh Indonesia,” katanya.

Penutupan Pelatihan dan Pendidikan Tani Merdeka Sumut-Aceh turut dihadiri Ketua Umum Tani Merdeka Don Muzakir, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, serta sejumlah kepala daerah dan peserta pelatihan dari wilayah Sumatera Utara dan Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku pertanian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.(AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru