ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Pasangan batu pada dinding drainase dalam proyek rehabilitasi drainase di Jalan Pdt. J. Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, roboh tidak lama setelah selesai dipasang. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena konstruksi yang terlihat baru dikerjakan itu belum menunjukkan hasil yang kokoh.
Pantauan wartawan ATAPKOTA.COM di lokasi pada Senin (31/8/2026) menunjukkan pekerja baru saja menyelesaikan pemasangan pasangan batu pada bagian dinding drainase. Namun, tidak lama kemudian, sebagian pasangan batu tersebut terlihat roboh atau tumbang.
Proyek rehabilitasi drainase tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Surya Empat Delapan. Kondisi pasangan batu yang tumbang memunculkan pertanyaan mengenai faktor teknis yang menyebabkan konstruksi tersebut tidak bertahan setelah pemasangan.
Seorang pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi menilai, secara kasat mata, komposisi material pada pasangan batu terlihat lebih banyak menggunakan pasir.
“Kalau dilihat campurannya itu, mungkin 1 banding 5 atau 1 banding 6,” ujarnya kepada wartawan ATAPKOTA.COM, Senin (31/8/2026).
Sementara itu, pihak pemborong memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp mengenai pasangan batu yang tumbang tersebut.
“Kalau masih basah atau belum kering, maunya tumbang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan pihak pemborong menilai kondisi pasangan batu yang masih dalam proses pengerasan dapat menjadi salah satu faktor tumbangnya konstruksi.
Meski demikian, penjelasan tersebut tetap perlu diuji melalui pemeriksaan di lapangan untuk memastikan kondisi teknis pekerjaan dan penyebab sebenarnya.
Terpisah, Obstip Pandiangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kondisi tersebut.
“Biar dicek apa yang tumbang dan apa penyebabnya,” katanya.
Pemeriksaan dari instansi teknis menjadi penting untuk mengetahui apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak maupun standar pekerjaan konstruksi yang berlaku.
Apalagi, pasangan batu pada saluran drainase memiliki fungsi penting untuk menjaga kestabilan sisi saluran dan mendukung kelancaran sistem drainase. Karena itu, kualitas material, metode pekerjaan, kondisi dasar saluran, hingga proses pengerasan perlu menjadi bagian dari pemeriksaan.
Masyarakat juga berhak mendapatkan hasil pekerjaan infrastruktur yang memiliki kualitas dan daya tahan sesuai dengan perencanaan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari Dinas PUTR Kota Pematangsiantar mengenai penyebab tumbangnya pasangan batu tersebut.
Laporan : Trikut Simatupang-atapkota.

































