ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pendidikan karakter dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki moral, etika, tanggung jawab, dan integritas. Pembentukan karakter tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga perlu diperkuat melalui keluarga serta kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Titiek Sugiharti, saat menghadiri Workshop Pendidikan Karakter bagi siswa-siswi SMA/SMK binaan DWP Sumut di halaman SMA Dharma Pancasila Medan, Jalan Dr. Mansyur Nomor 71, Medan, Kamis (10/9/2026).
Titiek mengatakan pendidikan tidak semestinya hanya diukur melalui kemampuan akademik, nilai rapor, atau prestasi siswa di bidang tertentu. Menurutnya, pendidikan juga harus membentuk pribadi yang memiliki akhlak, tanggung jawab, kedisiplinan, kemandirian, kepedulian, dan integritas.
Dalam kesempatan tersebut, Titiek menyampaikan lima pesan kepada para pelajar. Pesan pertama adalah menjaga kejujuran sebagai dasar membangun kepercayaan.
Ia mendorong para siswa berani menyampaikan sesuatu yang benar meskipun menghadapi situasi yang tidak selalu mudah.
Pesan kedua berkaitan dengan kedisiplinan. Titiek mengingatkan bahwa disiplin tidak sebatas datang tepat waktu ke sekolah, tetapi juga mencakup kedisiplinan belajar, mengatur waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tanggung jawab.
Selanjutnya, ia meminta para pelajar menghormati orang tua dan guru. Sikap tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun karakter sekaligus membentuk lingkungan pendidikan yang saling menghargai.
Pesan keempat adalah membangun kepercayaan diri dan semangat berprestasi. Titiek mendorong siswa tidak membatasi cita-cita selama diiringi kemauan untuk belajar, berusaha, berdoa, dan tidak mudah menyerah.
Pesan terakhir menyangkut penggunaan teknologi dan media sosial. Titiek mengingatkan para pelajar agar memanfaatkan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab.
Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana untuk belajar, berkarya, serta mengembangkan kompetensi apabila digunakan secara tepat.
Titiek juga menekankan bahwa karakter tidak terbentuk secara instan. Karakter tumbuh melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti berkata jujur, mengucapkan salam, menjaga kebersihan, disiplin, dan bertanggung jawab.
Ia kemudian mengingatkan para siswa bahwa mereka merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Sumut dan Indonesia.
Karena itu, Titiek meminta para pelajar memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan dengan sebaik-baiknya.
Kepala Sekolah SMK Dharma Pancasila, Endar Muda Dongoran, menilai pendidikan karakter memiliki peran penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya maupun memasuki kehidupan sosial yang lebih luas.
Menurut Endar, kegiatan di luar ruang kelas dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi, membangun kerja sama, dan mengembangkan keterampilan sosial.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan motivasi siswa sekaligus mendukung perkembangan keterampilan sosial serta aspek fisik dan mental mereka.
Workshop tersebut turut dihadiri Ketua DWP Sumut Boya Yanti Gultom, Ketua Yayasan DWP Sumut Grace Prayanti Noventina Simamora, anggota DWP Sumut, siswa sekolah binaan DWP, guru, serta tenaga pendidik.
Pembentukan karakter pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Konsistensi antara pendidikan di sekolah, keteladanan keluarga, dan perilaku sehari-hari menjadi bagian penting agar nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan integritas tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan para pelajar.(AP/red)

































