Bawa Spirit Bandung ke KTT BRICS, Prabowo: Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026 - 13:49 WIB

4092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di KTT BRICS 2026, Prabowo Angkat Spirit Bandung dan Persatuan Global South.

Di KTT BRICS 2026, Prabowo Angkat Spirit Bandung dan Persatuan Global South.

ATAPKOTA.COM, NEW DELHI — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa semangat persatuan negara-negara Global South dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Dalam sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, Prabowo mengangkat pepatah Indonesia tentang persatuan sebagai pesan menghadapi tantangan global.

“Ada pepatah lama di Indonesia, ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin BRICS.

Menurut Prabowo, pepatah tersebut tidak hanya menggambarkan pentingnya persatuan, tetapi juga mencerminkan semangat yang pernah menyatukan negara-negara Asia dan Afrika dalam memperjuangkan kesetaraan serta menentukan masa depan secara mandiri.

Prabowo kemudian mengaitkan semangat tersebut dengan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung yang menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah solidaritas negara-negara Asia dan Afrika.

“Kearifan sederhana ini mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Global Selatan, negara-negara dari Asia dan Afrika, beberapa dekade lalu di Bandung,” lanjutnya.

Presiden menilai semangat Bandung masih relevan dalam menghadapi tatanan dunia saat ini. Menurut dia, negara-negara Global South yang memiliki pengalaman sejarah dalam menghadapi imperialisme dan kolonialisme kini hadir sebagai negara-negara yang setara dan memiliki kepentingan untuk memperkuat kerja sama.

“Kami di Global South kini merasa suara kami didengar. Negara-negara yang baru saja meraih kemerdekaan, yang telah melawan imperialisme dan kolonialisme, kini bersatu sebagai negara yang setara,” ungkap Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa persatuan dapat memperkuat posisi negara-negara Global South dalam menyuarakan kepentingan bersama. Dengan bekerja sama, negara-negara tersebut dinilai memiliki ruang yang lebih besar untuk memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus menjaga kepentingan bersama.

“Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kita akan lebih terdengar. Kepentingan kita dapat lebih terlindungi dan dimajukan. Pelajaran ini tetap sangat penting,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan spirit Bandung sebagai salah satu konteks penting dalam pandangan Indonesia terhadap kerja sama Global South. Bagi Prabowo, pengalaman sejarah perjuangan negara-negara Asia dan Afrika dapat menjadi pijakan untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama di tengah perubahan geopolitik dunia.

Melalui forum BRICS, Indonesia juga membawa kepentingan untuk memperkuat kerja sama multilateral sekaligus mendorong tata kelola global yang lebih inklusif.

Bagi Indonesia, semangat persatuan yang pernah digaungkan dari Bandung kini kembali mendapat ruang dalam forum internasional melalui keterlibatan aktif di BRICS. Pesan Prabowo tersebut menekankan bahwa kerja sama dan persatuan dapat menjadi modal penting bagi negara-negara Global South dalam memperkuat kemandirian serta memperjuangkan kepentingan di tingkat global.(RE/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru