Hotel Khas Parapat Didemo AMPDT, Tuntutan IPAL, CSR dan Upah Lembur

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 21:10 WIB

4018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

n: AMPDT menggelar aksi di Hotel Khas Parapat.

n: AMPDT menggelar aksi di Hotel Khas Parapat.

ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Aksi Aliansi Mahasiswa-Pemuda Peduli Danau Toba (AMPDT) di depan Hotel Khas Parapat, Kabupaten Simalungun, Sabtu (19/9/2026) sore, memanas setelah massa menyatakan belum memperoleh jawaban atas sejumlah tuntutan terkait pengelolaan lingkungan, dokumen IPAL, CSR, hingga persoalan upah lembur pekerja.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut diwarnai orasi massa yang mempertanyakan transparansi pengelolaan limbah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dokumen lingkungan, status penguasaan lahan, penyerapan tenaga kerja lokal, serta hubungan perusahaan dengan masyarakat dan pekerja.

Koordinator Aksi I AMPDT, Darma Naibaho, mengatakan pihaknya masih menunggu keterbukaan data dan dokumen IPAL yang sebelumnya diminta kepada manajemen Hotel Khas Parapat.

Menurut Darma, massa menilai belum adanya kejelasan atas permintaan tersebut membuat aksi kemudian memanas. Massa membakar ban di depan pintu utama hotel sebagai bentuk protes.

Darma juga menyebut massa sempat masuk ke area hotel setelah pihaknya merasa belum mendapatkan kejelasan mengenai data dan dokumen IPAL yang dipersoalkan.

Di tengah aksi, Rafael Sinaga terlihat mengatur massa dan memantau situasi agar jalannya demonstrasi tetap terkendali.

Salah seorang peserta aksi AMPDT, Jhony Barimbing, menyampaikan kritik terhadap manajemen Hotel Khas Parapat. Ia menilai pihak hotel belum memberikan dokumen yang diminta massa terkait IPAL, termasuk informasi mengenai fungsi dan pengelolaannya.

AMPDT juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kepentingan lingkungan Danau Toba, masyarakat sekitar, serta kondisi pekerja hotel.

Jhony mengatakan pihaknya telah melayangkan surat kepada jajaran terkait di tingkat pusat di Jakarta. Ia juga menyampaikan rencana aksi lanjutan di Kantor Injourney Hospitality di Jakarta apabila tidak memperoleh tanggapan.

“Persoalan ini bukan hanya menyangkut hotel, tetapi juga menyangkut lingkungan Danau Toba, masyarakat sekitar dan kehidupan para pekerja. Jika tidak ada tanggapan dari manajemen Hotel Khas Parapat, kita akan melakukan aksi di Kantor Injourney Hospitality di Jakarta,” tegasnya.

Pernyataan tersebut merupakan sikap AMPDT dan belum menjadi kesimpulan independen mengenai kepatuhan lingkungan maupun hubungan industrial di Hotel Khas Parapat.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan dalam aksi, AMPDT mengajukan sejumlah tuntutan kepada Hotel Khas Parapat dan pihak terkait.

Massa meminta keterbukaan mengenai pengelolaan limbah dan penggunaan IPAL, termasuk dokumen lingkungan berupa AMDAL dan/atau UKL-UPL yang menjadi dasar pengelolaan lingkungan kegiatan usaha.

Selain itu, AMPDT meminta transparansi mengenai status HGU dan/atau HGB, sertifikat, serta masa berlaku hak atas tanah yang berkaitan dengan kawasan hotel.

Tuntutan juga diarahkan pada aspek tanggung jawab sosial perusahaan. AMPDT meminta Hotel Khas Parapat dan/atau PT Hotel Indonesia Properti (HIPRO) membuka laporan penyaluran CSR selama lima tahun terakhir kepada masyarakat.

Massa juga meminta data mengenai persentase penyerapan tenaga kerja lokal serta bentuk sinergi dan kemitraan hotel dengan UMKM dan masyarakat sekitar.

Selain isu lingkungan dan CSR, AMPDT menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Massa mendesak adanya pembayaran upah lembur kepada karyawan maupun eks karyawan yang menurut mereka masih memiliki persoalan terkait hak tersebut.

Namun, tudingan mengenai adanya kewajiban pembayaran upah lembur tersebut perlu dibuktikan melalui dokumen hubungan kerja, catatan jam kerja, perjanjian kerja, serta mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

AMPDT juga meminta evaluasi dan audit terhadap manajemen Hotel Khas Parapat.

Dalam tuntutannya, massa bahkan meminta seluruh aktivitas dan kegiatan operasional hotel dihentikan sampai tuntutan masyarakat ditindaklanjuti.

Mereka juga mendesak Kepala BP BUMN mencopot GM Khas Hotel Parapat dan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Properti.

Tuntutan tersebut merupakan sikap demonstran dan belum dapat dipandang sebagai keputusan atau rekomendasi resmi pemerintah maupun pihak berwenang.

Menjelang malam, Darma Naibaho kembali menyampaikan pernyataan terkait rencana AMPDT setelah aksi tersebut.

Ia mengatakan AMPDT akan kembali melakukan aksi apabila dalam waktu satu minggu tidak memperoleh tanggapan terhadap tuntutan yang telah disampaikan.

“Kalau dalam satu minggu tidak ada tanggapan, kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak. Aksi kedua akan digelar di depan pintu masuk utama Hotel Khas Parapat,” tegas Darma.

Aksi kemudian berakhir menjelang malam. Massa membubarkan diri secara bertahap.(Ril/red)

 

Berita Terkait

Rakerwil Abpednas Sumut Dijadwalkan November, Bobby Dorong Program Nyata untuk Masyarakat Desa
Wabup Asahan Buka Silaturahmi Baznas se-Sumut, Pengelolaan Zakat dan Dampaknya Dibahas
Bupati Samosir dan Uskup Agung Medan Resmikan Gereja Katolik Santo Paulus Saitnihuta
Mobil Warga Mogok Malam Hari, Polsek Pematang Silimakuta Bergerak Setelah Terima Laporan 110
PSMS Medan Menang 6-0 atas Persiku Kudus, Eko Purdjianto Minta Pemain Tak Terlena
Wali Kota Wesly Hadiri Baksos Kesehatan Gratis Kodim 0207/Simalungun di Lapangan Adam Malik
Kayu Gelondongan Menumpuk di Siantar Marimbun, Warga Desak Pemeriksaan Legalitas
PPTSB Cabang Samosir Periode 2026–2030 Dilantik, Bupati Ajak Pengurus Berkontribusi untuk Daerah

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:09 WIB

Rakerwil Abpednas Sumut Dijadwalkan November, Bobby Dorong Program Nyata untuk Masyarakat Desa

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

Wabup Asahan Buka Silaturahmi Baznas se-Sumut, Pengelolaan Zakat dan Dampaknya Dibahas

Senin, 21 September 2026 - 11:44 WIB

Bupati Samosir dan Uskup Agung Medan Resmikan Gereja Katolik Santo Paulus Saitnihuta

Senin, 21 September 2026 - 10:21 WIB

Mobil Warga Mogok Malam Hari, Polsek Pematang Silimakuta Bergerak Setelah Terima Laporan 110

Senin, 21 September 2026 - 10:02 WIB

Kontingen Moccak Pakpak Aceh Singkil Dilepas ke Kejuaraan Internasional di Malaysia

Minggu, 20 September 2026 - 21:10 WIB

Hotel Khas Parapat Didemo AMPDT, Tuntutan IPAL, CSR dan Upah Lembur

Minggu, 20 September 2026 - 20:30 WIB

Wali Kota Wesly Hadiri Baksos Kesehatan Gratis Kodim 0207/Simalungun di Lapangan Adam Malik

Minggu, 20 September 2026 - 20:18 WIB

Kayu Gelondongan Menumpuk di Siantar Marimbun, Warga Desak Pemeriksaan Legalitas

Berita Terbaru