ATAPKOTA.COM, SUMUT – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berharap provinsi yang dipimpinnya dapat memberikan kontribusi besar bagi pengembangan industri pertahanan nasional. Harapan ini disampaikan saat Sumut dipilih menjadi lokasi Kuliah Kerja Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Perwira Siswa (Pasis) Sesko AU A-63.
Kegiatan yang dibuka di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, mengusung tema “Optimalisasi Sinergitas Industri Strategis Nasional Guna Menunjang Hilirisasi dalam Rangka Pertahanan Negara.”
“Kita sedang mempersiapkan Indonesia Emas 2045, dan hilirisasi industri menjadi hal yang sangat penting. Beruntung Sumut dipilih untuk Kuliah Kerja Iptek Sesko AU. Kami berharap Sumut berperan besar di industri nasional, terutama di bidang pertahanan,” kata Bobby Nasution dalam sambutannya.
Bobby menilai masih banyak potensi industri di Indonesia yang belum tergarap maksimal, termasuk industri pertahanan. Oleh karena itu, ia berharap kajian dan penelitian Pasis Sesko AU mampu memberikan rekomendasi penting untuk mendorong perkembangan sektor strategis ini.
“Kajian bapak-bapak sekalian akan menjadi tonggak besar dalam mengembangkan industri pertahanan kita, dan itu akan memberikan dampak besar bagi Sumut dalam pengembangan hilirisasi industri,” tambahnya.
Wakil Komandan (Wadan) Sesko AU, Marsekal Pertama TNI Joko Sugeng Sriyanto, menjelaskan bahwa Sumut dipilih sebagai lokasi karena memiliki sejumlah objek vital pertahanan nasional yang penting untuk diteliti.
“Total ada 137 peserta, terdiri dari pejabat struktural dan fungsional TNI dari Angkatan Udara, Darat, Laut, termasuk empat putra daerah Sumut. Mereka akan mengkaji potensi hilirisasi Sumut untuk menunjang pertahanan negara,” jelasnya.
Selain para peserta Sesko AU, acara pembukaan juga dihadiri oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana Tarigan, unsur Forkopimda Sumut, jajaran Pangdam I/BB, akademisi, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut.
Dengan adanya Kuliah Kerja Iptek Pasis Sesko AU di Sumut, pemerintah provinsi berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat sektor pertahanan, tetapi juga memberikan manfaat bagi percepatan hilirisasi industri dan pembangunan daerah. (And/pr)



































