Kuota 15000 Unit KPR di Sumut, Bobby Nasution : Cicilan Rp 8 Juta Kita Subsidi ke Rp 1,2 Juta

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025 - 16:15 WIB

40593 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhamamd Bobby Afif Nasution bertemu dengan Pengurus Asosiasi Gerak Buruh untuk Sumatera Utara yang Kondusif, di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (11/9/2025).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhamamd Bobby Afif Nasution bertemu dengan Pengurus Asosiasi Gerak Buruh untuk Sumatera Utara yang Kondusif, di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (11/9/2025).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bertemu dengan Pengurus Asosiasi Gerak Buruh untuk Sumatera Utara yang Kondusif, di Anjungan Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro No. 30 Medan, Kamis (11/9/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut diskusi sebelumnya terkait kesejahteraan buruh, khususnya soal kenaikan upah dan kepemilikan rumah subsidi.

Dalam pertemuan itu, Bobby menegaskan dukungannya terhadap kenaikan upah minimum. Namun, ia mengingatkan bahwa penetapan kenaikan harus disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
“Secara pribadi, saya mendukung kenaikan upah minimum itu,” tegasnya.

Meski demikian, Bobby menilai kemampuan pelaku usaha juga harus diperhitungkan. Menurut laporan yang diterimanya, para pelaku usaha masih terbebani biaya tak terduga hingga 30% dari anggaran operasional.
“Kalau pungutan liar seperti uang bongkar bisa dihapus, anggaran itu bisa dialihkan untuk kesejahteraan buruh. Kita harus kompak untuk tujuan bersama,” ujarnya.

Bobby juga meminta serikat buruh menjaga kondusivitas di Sumut. Menurutnya, perlindungan bagi pelaku usaha dari pungutan liar sangat penting agar investasi tetap terjaga dan lapangan kerja berkembang.

Terkait program perumahan, Bobby menanggapi kebijakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI yang menetapkan harga rumah subsidi maksimal Rp 166 juta. Ia menilai harga tersebut masih bisa ditekan agar lebih terjangkau.

Pemprov Sumut berkomitmen membantu para buruh dengan menanggung biaya awal kepemilikan rumah, termasuk biaya notaris dan provisi. Tanpa subsidi, buruh harus mengeluarkan sekitar Rp 8 juta. Namun, dengan bantuan pemerintah, biaya itu bisa ditekan hanya sekitar Rp 1,2 juta.
“Sumut mendapat kuota 15.000 unit KPR subsidi FLPP. Dari jumlah ini, ada porsi khusus untuk buruh, selain yang sebelumnya diperuntukkan bagi prajurit TNI AD,” jelas Bobby.

Agar efektif, Bobby meminta Real Estate Indonesia (REI) membangun rumah subsidi tidak jauh dari kawasan industri.
“Kalau lokasinya jauh, buruh harus menanggung biaya tambahan transportasi. Lebih baik dibangun dekat kawasan pabrik,” usulnya.

Sementara itu, Ketua SPSI Provinsi Sumut CP Nainggolan menyampaikan tuntutan buruh terkait kenaikan upah sebesar 8,5% hingga 10,5%. Menurutnya, kenaikan tersebut akan berdampak langsung pada kemampuan buruh membeli rumah subsidi.
“Kalau sekarang upah minimum Rp  3,5 juta, mestinya minimal Rp 4 juta per bulan,” tegasnya.

Pertemuan ini juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Yuliani Siregar, Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Faisal Hasrimy, Kepala Dinas Kominfo Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut I Nyoman Suarjaya, pimpinan serikat pekerja, dan jajaran BPJS Ketenagakerjaan.

Diskusi tersebut menegaskan komitmen Pemprov Sumut bersama serikat pekerja untuk mencari solusi berkelanjutan dalam peningkatan kesejahteraan buruh, baik melalui upah layak maupun kepemilikan rumah subsidi yang terjangkau.

Berita Terkait

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Anggaran Sumut 2027 Terancam Turun Rp 1,2 Triliun, Pemprov Gandeng USU Cari Solusi Pembangunan
Pemprov Sumut Dorong 33 Kabupaten/Kota Terintegrasi PASADA, Baru 14 Daerah Terhubung
Dugaan Perambahan Hutan Hatonduhan, Warga Kampung Rondang Hentikan Alat Berat
Bobby Nasution Tinjau Perkuatan Tanggul Sungai Wampu, Warga Diminta Awasi Kualitas Pekerjaan
Jalan Desa hingga Jembatan Antardusun Jadi Sasaran Program Pemprov Sumut 2027–2030
Bobby Nasution Targetkan Irigasi 7,5 Km di Secanggang Mulai Dibangun 2027

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru