Aksi Tutup Jalan Oleh KP2H Ganggu Aktivitas Pasar Horas, Dikecam Organisasi Pedagang

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025 - 16:17 WIB

40443 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demo KP2H. Selasa, (10/6) pagi. (Foto:LS)

Aksi demo KP2H. Selasa, (10/6) pagi. (Foto:LS)

ATAPKOTA, PEMATANGSIANTAR – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh sekelompok pedagang yang menamakan diri sebagai Komunitas Pedagang Pasar Horas (KP2H) di bawah komando Agus Butar-Butar menimbulkan kemacetan parah di kawasan Pasar Horas, Pematangsiantar, Senin (10/6).

Dalam aksinya, massa memblokade Jalan Merdeka yang menjadi akses utama menuju Gedung 1, 2, 3, dan 4 Pasar Horas.

Aksi mimbar bebas ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar yang tengah mencari solusi terkait nasib pedagang di Gedung 4.

Namun, langkah KP2H yang menutup total akses jalan justru menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari beberapa organisasi pedagang, Pemuda Pancasila Unit Pusat Pasar, P3B, dan AP2T.

Sejak pukul 10.00 WIB, arus lalu lintas di sekitar Jalan Merdeka lumpuh total. Kendaraan umum, pribadi, dan angkutan kota tidak dapat melintas, menyebabkan kepadatan yang cukup parah hingga radius beberapa kilometer dari lokasi aksi.

Beberapa pedagang yang merasa dirugikan dengan aksi ini sempat terlibat ketegangan dengan pengunjuk rasa.

Bahkan terlihat terjadi tarik-menarik barrier antara pedagang, pihak kepolisian, dan Satlantas Polres Pematangsiantar yang berupaya membuka kembali jalur yang ditutup.

Salah seorang pedagang bermarga Simanjuntak menyampaikan protes keras atas aksi tersebut. Ia mengeluhkan menurunnya jumlah pengunjung akibat blokade jalan yang dilakukan.

“Dagangan kami jadi sepi, Pak. Pengunjung takut belanja. Kalau begini terus, siapa yang mau datang lagi ke Pasar Horas?” ujarnya dengan nada kesal.

Simanjuntak juga meminta agar aksi serupa diarahkan ke kantor Wali Kota atau DPRD, bukan ke area pasar. Ia khawatir kondisi ini akan memperburuk perekonomian pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian.

“Modal sudah keluar pagi tadi, kami belanja dengan harapan bisa jual dan bawa uang pulang. Kalau akses jalan ditutup begini, bagaimana nasib keluarga kami?” tutupnya dengan nada kecewa.

Keluhan serupa juga datang dari para pengemudi angkot. Seorang sopir angkot menyebut penumpang menjadi enggan turun di area pasar karena akses terhalang. “Sudah susah cari penumpang, makin susah gara-gara jalan ditutup,” ujarnya.

Tak hanya pedagang dan sopir angkot, tukang parkir di Jalan Merdeka juga merasakan dampak dari aksi KP2H. “Biasanya ramai, sekarang sepi. Kalau begini terus tiga hari, kami bisa gagal setor uang wajib harian,” keluh seorang tukang parkir yang enggan disebut namanya.

Saut Silalahi, Sekretaris Pemuda Pancasila Unit Pusat Pasar, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh solusi yang telah disiapkan oleh Pemko Pematangsiantar. Menurutnya, keputusan pemerintah telah mempertimbangkan kepentingan pedagang dan penataan kawasan secara keseluruhan.

“Sesuai arahan Ketua PP Unit Pusat Pasar, Larsen Simatupang, solusi ini merupakan langkah terbaik untuk jangka panjang. Prosesnya juga melibatkan banyak pihak, termasuk perwakilan pedagang, jadi tidak semena-mena,” tegas Saut.

Ia menilai aksi unjuk rasa yang menutup akses jalan justru bisa merusak proses penyelesaian yang sudah berjalan baik.

“Kalau suasana tidak kondusif, siapa yang rugi? Ya kita semua, terutama pedagang kecil,” tambahnya.

Aksi yang dimulai sejak pagi akhirnya bubar sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, KP2H berencana melanjutkan aksi serupa di tempat dan waktu yang sama pada esok hari, bahkan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan dampak berkepanjangan terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Horas. Banyak pihak berharap agar dialog dan mediasi bisa menjadi jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, tanpa harus mengorbankan kepentingan orang banyak. (LS)/pr

Berita Terkait

Dua Ruko Terbakar di Simalungun, Polisi Terbitkan Imbauan Pencegahan Kebakaran Akibat Instalasi Listrik
Sekda Pematangsiantar Ajak Siswa SMPN 12 Jauhi Perundungan dan Narkoba Saat Pimpin Upacara
Sekda Pematangsiantar Hadiri Kerja Rani GBKP Jalan Sisingamangaraja
Asisten Kesra Buka Seminar ‘Youth Today, Leader Tomorrow’, Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Pemko Pematangsiantar Dukung Lomba Cipta Lagu Rohani, Ratusan Guru dan Siswa Kristen Ikut Berkompetisi
Pemko Pematangsiantar Siapkan Festival Merah Putih, Ini Rangkaian Semarak HUT Ke-81 RI 2026
Sekda Pematangsiantar Jenguk Korban Longsor di RSUD dr. Djasamen Saragih
Pemko Pematangsiantar Hadiri Penutupan Pendidikan SPPI 2026, 33.785 Lulusan Siap Perkuat Koperasi Merah Putih

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Terima Audiensi IPSM, Rico Waas Tekankan Peran Organisasi Sosial Harus Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Pemkab Simalungun Dukung Investasi Cable Car Danau Toba, Tunggu Kepastian Status Lahan 14 Hektare

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Diduga Bawa Sabu 9,05 Gram, Pria Asal Aceh Diamankan Satresnarkoba Polres Pematangsiantar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Pemprov Sumut Dorong Inalum Perkuat Pendidikan dan Konservasi Lingkungan di Kawasan Danau Toba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Dua Ruko Terbakar di Simalungun, Polisi Terbitkan Imbauan Pencegahan Kebakaran Akibat Instalasi Listrik

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Juang ’45 saat Pelantikan DHD 45 Sumut

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Tragedi Balita Tertimpa Kayu di Simalungun, Satreskrim Ingatkan Pentingnya Prosedur Keselamatan Bongkar Muat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Buron hingga Riau, Terduga Pelaku Pencurian Uang Perusahaan Ditangkap Polisi

Berita Terbaru