ATAPKOTA, TOBA – Keturunan Raja Sibagot Nipohan sepakat merenovasi makam dan tugu leluhur mereka melalui musyawarah di Jalan Somba Debata, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Pertemuan ini digelar pada Sabtu (28/6/2025) dan dihadiri oleh puluhan perwakilan keturunan, termasuk dari garis keturunan Tuan Sihubil, Tuan Somanimbil, Tuan Dibangarna, dan Raja Sonakmalela.
Drs. Sahala Tampubolon, mantan Bupati Toba Samosir sekaligus tokoh musyawarah, mengungkapkan kerinduan untuk menyempurnakan pembangunan yang telah dimulai sejak dirinya menjabat pada tahun 1999.
“Saat saya ditetapkan sebagai bupati pertama Kabupaten Toba Samosir, kami langsung mencari lokasi makam leluhur ini. Kami ingin memperbaiki dan memuliakan tempat ini. Namun, pembangunan waktu itu belum sempurna,” jelasnya.
Kesepakatan musyawarah menetapkan Bupati Toba Efendi S.P. Napitupulu sebagai Ketua Panitia Renovasi Tugu dan Makam Raja Sibagot Nipohan. Dalam sambutannya, Bupati Efendi menyampaikan niat pribadi yang selaras dengan amanah para tetua.
“Saya pernah bernazar untuk memperbaiki tambak Raja Sibagot Nipohan. Di pertemuan ini, saya meminta restu para orang tua kami untuk menjalankan nazar tersebut. Mereka setuju, dan kami siap segera mulai pengerjaannya,” ujarnya.
Efendi menegaskan bahwa renovasi bersifat memperindah (beautifikasi) tanpa mengubah bentuk asli tugu yang sudah berdiri lebih dari dua dekade. Ia berharap momentum ini bisa mempererat persaudaraan seluruh keturunan Raja Sibagot Nipohan dan menjaga warisan budaya Batak.
Sikap Bupati Efendi mendapat pujian dari Anggota DPR RI Hinca Panjaitan, yang juga keturunan Raja Sibagot Nipohan. Ia menyatakan komitmen untuk mendukung renovasi hingga selesai.
“Siapa yang menghormati leluhurnya, dia sedang mempersiapkan diri menjadi leluhur masa depan. Sekarang Pak Bupati bernazar dan menyatakannya, kami semua setuju. Saya dukung penuh agar keturunan Sibagot Nipohan dari seluruh penjuru datang ke sini,” tegas Hinca.
Ia juga menyampaikan bahwa tugu akan dilengkapi relief sejarah, agar pengunjung memahami kisah leluhur Batak secara visual dan mendalam.
Musyawarah ditutup dengan pembagian cenderamata berupa kerajinan tangan karya keturunan Raja Sibagot Nipohan. Para tokoh adat dan masyarakat Balige turut hadir dalam acara tersebut, menjadikannya momentum penting pelestarian budaya Batak Toba.

































