ATAPKOTA.COM, MEDAN – Sejumlah delegasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand mulai berdatangan ke Kota Medan menjelang Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 yang berlangsung pada 7–10 September 2026.
Kedatangan para delegasi tersebut menjadi bagian dari persiapan forum kerja sama subregional yang membahas berbagai agenda strategis, mulai dari pariwisata dan wisata tematik hingga pengembangan jaringan Geopark, perdagangan, investasi, konektivitas, ketahanan pangan, dan transformasi digital.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumatera Utara, Dikky Anugerah, melalui Perencana Ahli Utama Bapperida Sumut, Muhammad Armand Effendy Pohan, mengatakan PTM IMT-GT ke-32 akan mempertemukan perwakilan pemerintah, asosiasi bisnis, dan pelaku usaha dari tiga negara.
Menurut Effendy, forum tersebut dijadwalkan dihadiri para menteri yang membidangi perekonomian dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, pejabat tingkat tinggi (Senior Officials), pimpinan asosiasi bisnis melalui Joint Business Council (JBC), serta ratusan pelaku usaha dari kawasan subregional.
Berdasarkan rekapitulasi kedatangan yang disampaikan Bapperida Sumut, Amri Bukhairi Bakhtiar, Director of Centre for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT) dari Malaysia, telah tiba di Medan pada Minggu (6/9/2026).
Selanjutnya, pada Senin (7/9/2026), lima delegasi dijadwalkan tiba. Mereka terdiri atas Edi Prio Pambudi, Senior Officials dari Indonesia; Datuk Dr. Zunika binti Mohamed, Senior Officials dari Malaysia; Dr. Thuttai Keeratipongpaiboon, Senior Officials dari Thailand; Abu Bakar Hamzah, Head of Delegation CMGF dari Malaysia; serta Songklod Sawangwong, Head of Delegation CMGF dari Thailand.
Sementara itu, enam delegasi lainnya dijadwalkan hadir pada Rabu (9/9/2026).
Mereka terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto; Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir; Vice Minister for Office of the Prime Minister Thailand Thanadit Raktabutr; Director General and Head of ADB Delegation Southeast Asia Department Asian Development Bank Nianshan Zhang; Deputy Secretary-General of ASEAN (ASEC) Nararya S. Soeprapto; serta Regional Head Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department Said Zaidansyah dari Indonesia.
Effendy mengatakan sektor pariwisata menjadi salah satu agenda penting dalam working group IMT-GT. Pembahasan mencakup promosi bersama (joint promotion), pengembangan wisata tematik lintas negara, hingga peningkatan kapasitas layanan industri pariwisata.
Menurutnya, kerja sama pariwisata dalam kerangka IMT-GT telah berlangsung secara berkala dan mencakup pengembangan potensi destinasi antarwilayah.
“Kerja sama pariwisata subregional IMT-GT telah berjalan secara berkala. Salah satu bentuknya adalah penguatan potensi dan sertifikasi jaringan Geopark antara Samosir dan Langkawi, Malaysia,” kata Effendy, Minggu (6/9/2026).
Penguatan jejaring tersebut menempatkan kawasan Danau Toba dan Langkawi sebagai bagian dari peluang kolaborasi pariwisata lintas negara yang dapat dikembangkan melalui promosi bersama dan pertukaran pengalaman pengelolaan destinasi.
Agenda PTM IMT-GT ke-32 tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata. Pemerintah tiga negara juga akan membahas penyelarasan dan fasilitasi kerja sama pada sejumlah sektor strategis.
Bidang tersebut mencakup ketahanan pangan, pertanian, perkebunan dan agribisnis, pengembangan ekosistem industri, produk dan layanan halal, serta konektivitas logistik dan infrastruktur transportasi antardaerah.
Kerja sama juga diarahkan pada fasilitasi integrasi perdagangan dan promosi investasi bersama, kelestarian lingkungan, mitigasi bencana, ketahanan iklim, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kesejahteraan sosial.
“Selain itu, juga tentang fasilitasi integrasi perdagangan dan promosi investasi bersama, kelestarian lingkungan hidup, mitigasi bencana dan ketahanan iklim. Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan sosial, serta integrasi transformasi digital dan sistem data terpadu,” ujar Effendy.
Dalam penyelenggaraan PTM IMT-GT ke-32 pada 7–10 September 2026, Sumatera Utara tidak hanya berperan sebagai tuan rumah. Provinsi ini juga menjalankan peran sebagai koordinator provinsi dalam kerja sama IMT-GT di Indonesia.
Agenda regional tersebut juga akan bersinggungan dengan kerja sama antardaerah di Pulau Sumatera.
Sebanyak 10 gubernur se-Sumatera dijadwalkan menandatangani kesepahaman bersama yang berkaitan dengan sinergi pembangunan, kerja sama antardaerah, dan penguatan konektivitas regional.
Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari Rapat Kerja 10 Gubernur se-Sumatera yang dijadwalkan berlangsung di Medan pada 9 September 2026.
Dengan posisi tersebut, penyelenggaraan PTM IMT-GT ke-32 menjadi kesempatan bagi Sumut untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong kerja sama yang lebih konkret di bidang pariwisata, perdagangan, investasi, konektivitas, dan sektor strategis lainnya.(AP/red)

































