Penghuni Rehabilitasi Mengaku Dirantai dan Dipukul, Begini Kesaksian Mereka

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 20:19 WIB

4083 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hotman, warga asal pekanbaru dan juga seorang pasien NAZPA memperagakan saat leher dan kaki dirantai.

Hotman, warga asal pekanbaru dan juga seorang pasien NAZPA memperagakan saat leher dan kaki dirantai.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Dugaan kekerasan di sebuah panti rehabilitasi di Kota Pematangsiantar mencuat setelah sejumlah penghuni mengaku mengalami penyiksaan selama menjalani rehabilitasi.

Erwin, salah satu penghuni yang kabur dari Yayasan Rehabilitasi Rindung di Jalan Rindung, Kota Pematangsiantar, mengaku pernah dipukuli oleh belasan orang pada hari pertama dirinya masuk ke tempat rehabilitasi tersebut.

“Satu ruangan sekitar 13 orang memukuli saya sampai hidung saya pecah dan mimisan,” ujarnya sembari menunjukkan bekas luka di bagian hidung.

Menurut Erwin, luka yang dialaminya tidak mendapat penanganan medis. Ia bahkan menirukan ucapan salah seorang pengelola yayasan yang menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari rehabilitasi.

Tidak hanya itu, penghuni lainnya bernama Rudi memperagakan cara rantai besi dipasang pada kaki mereka menggunakan baut ukuran 10.

“Rantai dililit ke kaki lalu dibaut,” katanya.

Sementara penghuni lain bernama Hotman mengaku ada yang dirantai dari leher hingga kaki sehingga tidak dapat berdiri tegak dan dipaksa berjalan jongkok.

“Kalau jalan lambat kami ditendang dari belakang,” tambah Erwin.

Mereka berharap aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut dugaan penyiksaan yang terjadi di tempat rehabilitasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan Rehabilitasi Rindung maupun aparat terkait atas tudingan tersebut. (AP/red)

Berita Terkait

Polisi Temukan 40 Batang Ganja Setinggi 2 Meter di Tanjung Morawa, Satu Pria Diamankan
Polres Batu Bara Tangkap Pria Pembawa 77 Gram Sabu, Polisi Buru Pemasok dari Kisaran
Dalam 72 Jam, Polda Sumut Ungkap 134 Kasus Narkoba dan Bongkar 26 Barak
IDSD Simalungun Capai 3,56, Pemkab Optimistis Naik ke Kluster Tertinggi
Polres Karo dan Polsek Munte Redam Tawuran Antar Pemuda di Kineppen
Dugaan Ketidakadilan Internal DJP Sumut II Mencuat, Busrok Anthony Ancam Menginap di Istana
Pengembangan Kasus Narkoba di Kabanjahe Mengarah ke Dugaan Jaringan Lau Cimba
Audiensi PC FSP KEP SPSI ke BPJS Ketenagakerjaan Pematangsiantar Bahas Perlindungan Buruh

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:10 WIB

Polisi Temukan 40 Batang Ganja Setinggi 2 Meter di Tanjung Morawa, Satu Pria Diamankan

Senin, 18 Mei 2026 - 10:35 WIB

Polres Batu Bara Tangkap Pria Pembawa 77 Gram Sabu, Polisi Buru Pemasok dari Kisaran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:45 WIB

Dalam 72 Jam, Polda Sumut Ungkap 134 Kasus Narkoba dan Bongkar 26 Barak

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:21 WIB

IDSD Simalungun Capai 3,56, Pemkab Optimistis Naik ke Kluster Tertinggi

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:05 WIB

Polres Karo dan Polsek Munte Redam Tawuran Antar Pemuda di Kineppen

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:55 WIB

Dugaan Ketidakadilan Internal DJP Sumut II Mencuat, Busrok Anthony Ancam Menginap di Istana

Senin, 11 Mei 2026 - 19:10 WIB

Pengembangan Kasus Narkoba di Kabanjahe Mengarah ke Dugaan Jaringan Lau Cimba

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

Audiensi PC FSP KEP SPSI ke BPJS Ketenagakerjaan Pematangsiantar Bahas Perlindungan Buruh

Berita Terbaru