ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Dugaan kekerasan di sebuah panti rehabilitasi di Kota Pematangsiantar mencuat setelah sejumlah penghuni mengaku mengalami penyiksaan selama menjalani rehabilitasi.
Erwin, salah satu penghuni yang kabur dari Yayasan Rehabilitasi Rindung di Jalan Rindung, Kota Pematangsiantar, mengaku pernah dipukuli oleh belasan orang pada hari pertama dirinya masuk ke tempat rehabilitasi tersebut.
“Satu ruangan sekitar 13 orang memukuli saya sampai hidung saya pecah dan mimisan,” ujarnya sembari menunjukkan bekas luka di bagian hidung.
Menurut Erwin, luka yang dialaminya tidak mendapat penanganan medis. Ia bahkan menirukan ucapan salah seorang pengelola yayasan yang menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari rehabilitasi.
Tidak hanya itu, penghuni lainnya bernama Rudi memperagakan cara rantai besi dipasang pada kaki mereka menggunakan baut ukuran 10.
“Rantai dililit ke kaki lalu dibaut,” katanya.
Sementara penghuni lain bernama Hotman mengaku ada yang dirantai dari leher hingga kaki sehingga tidak dapat berdiri tegak dan dipaksa berjalan jongkok.
“Kalau jalan lambat kami ditendang dari belakang,” tambah Erwin.
Mereka berharap aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut dugaan penyiksaan yang terjadi di tempat rehabilitasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan Rehabilitasi Rindung maupun aparat terkait atas tudingan tersebut. (AP/red)
































