ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Delapan tahun lamanya Kota Pematangsiantar seakan kehilangan denyut adrenalin jalanan. Road Race, yang dulu menjadi panggung kebanggaan para pembalap, mati suri tanpa jejak. Namun kini, nyali para legenda balap kota ini kembali menyala, bertekad membangkitkan event yang sempat terkubur dalam diam.
Rabu (20/08/2025), sejumlah perwakilan pembalap legendaris kembali melangkah mantap menuju Markas Komando (Mako) Polres Pematangsiantar. Kehadiran mereka bukan sekadar silaturahmi, tetapi untuk memenuhi undangan resmi menindaklanjuti surat audiensi kepada Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., yang sebelumnya telah disampaikan pada Selasa (05/08/2025).
Kedatangan para legenda balap itu disambut hangat oleh Kasat Intelkam Polres Pematangsiantar, IPTU Hary Isdyanto, bersama Kanit Intelkam IPDA Sitohang, yang hadir mewakili Kapolres. Suasana penuh antusias pun terasa ketika IPTU Hary memberikan respon positif terhadap niat mulia para pembalap untuk menghidupkan kembali event Road Race di Kota Siantar.
“Semangat ini harus disampaikan langsung kepada Kapolres. Kami mendukung niat baik para pembalap legend untuk menghidupkan kembali adu nyali resmi di lintasan, bukan di jalan raya,” ujar IPTU Hary.
Salah satu pembalap legendaris, Johannes Tarigan, hadir bersama sekretaris tim, Rio Matondang, serta bendahara tim, Arif Namora Sitanggang. Dengan nada penuh keprihatinan, Johannes menyuarakan keresahan yang lama terpendam.
“Kami sangat miris melihat anak-anak muda yang punya potensi balap, tetapi tidak punya wadah. Tanpa arena resmi, mereka akhirnya menyalurkan bakat di jalanan, yang tentu berbahaya bagi keselamatan pengendara lain,” ungkap Johannes, yang sudah kenyang pengalaman menaklukkan berbagai sirkuit Kejuaraan Daerah (Kejurda) hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Johannes, yang beberapa kali meraih podium kemenangan, menegaskan bahwa event Road Race bukan sekadar hiburan. Ia menyebutnya sebagai “panggung hidup dan mati” yang bisa mengubah hobi berisiko menjadi prestasi membanggakan.
“Kami berharap Kapolres dapat merealisasikan permohonan ini. Road Race harus kembali bergulir di Kota Siantar tercinta. Ini bukan hanya tentang balapan, tapi tentang menghidupkan kembali kebanggaan dan mengarahkan generasi muda ke jalur yang benar,” tegasnya penuh harap.
Gelombang asa itu kini bergulir. Jika Kapolres memberi lampu hijau, bukan mustahil suara deru mesin dan sorakan penonton kembali menggema di Kota Siantar, menghidupkan tradisi balap yang delapan tahun tertidur.
Wartawan : Larsen S / Red.



































