Air Bersih Mengalir, Harapan Baru Bagi 300 KK Warga Medan Denai

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 19 Juli 2025 - 16:59 WIB

40393 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam kegiatan Gotong Royong dan Sapa Warga, Sabtu (19/7/2025), di persimpangan Jalan Srikandi - Tuba 2.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam kegiatan Gotong Royong dan Sapa Warga, Sabtu (19/7/2025), di persimpangan Jalan Srikandi - Tuba 2.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Tangis haru menyelimuti wajah Mariamas, warga Jalan Tuba 3, Medan Denai. Setelah bertahun-tahun mengandalkan air keruh dari sumur rusak, akhirnya air bersih mengalir ke rumahnya.

“Sudah lama kami susah air bersih. Sekarang, meteran air sudah terpasang dan alhamdulillah air bersih mengalir,” ucap Mariamas terharu, Sabtu (19/7/2025), saat bertemu Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Kehadiran Rico Waas dalam kegiatan Gotong Royong dan Sapa Warga di persimpangan Jalan Srikandi-Tuba 2 membawa kabar baik. Ia menindaklanjuti keluhan warga soal air bersih dengan langkah cepat dan konkret.

Melalui kerja sama dengan PDAM Tirtanadi, Pemko Medan memasang jaringan air bersih untuk 300 kepala keluarga di kawasan padat penduduk tersebut. Program ini dilakukan tanpa memungut biaya sepeser pun.

“Gratis, Pak. Meterannya juga gratis,” tegas Mariamas yang didampingi Kepling 13, Evi, dan tokoh masyarakat Hj. Rosalina.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Wali Kota Medan dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Setiap akhir pekan, Rico Waas rutin menyapa warga dari kecamatan ke kecamatan, menyerap aspirasi, dan memberi solusi langsung di lapangan.

Di Medan Denai, air bersih menjadi isu paling mendesak. Selama ini warga hanya mengandalkan tampungan air dari musala atau sumur bor tak layak. Dengan program pemasangan sambungan PDAM ini, warga kini tak lagi bergantung pada sumber air tidak higienis.

Rico Waas menegaskan bahwa pemenuhan hak dasar warga, terutama air bersih, tidak boleh ditunda. “Air bersih bukan kemewahan, tapi kebutuhan. Pemerintah hadir untuk menjamin hak ini terpenuhi,” ujarnya tegas.

Keberhasilan program ini juga menjadi model untuk diterapkan di kecamatan lain yang menghadapi krisis air bersih.

Sebelum menutup kegiatan, Rico Waas kembali mengingatkan aparatur pemerintah untuk aktif membantu masyarakat. Ia menegaskan bahwa lurah, camat, dan kepala lingkungan wajib melayani rakyat dengan sepenuh hati.

“Kalau ada yang tidak peduli, laporkan ke saya. Kita ditugaskan untuk membantu rakyat, bukan mempersulit,” ucapnya di hadapan para pimpinan perangkat daerah.

Wartawan : Merry Bintang/kr

Berita Terkait

Wali Kota Medan Izinkan Stadion Teladan Jadi Homebase PSMS Medan
Warga Silalas Keluhkan Air Bersih Sekolah hingga Ancaman Banjir, Pemko Medan Didesak Bergerak Cepat
BPJS Puji Transformasi Kesehatan Medan, Rico Waas Peringatkan Rumah Sakit yang Menolak Pasien
1.218 Orang Berebut Pelatihan Kerja Pemko Medan, Hanya 200 Diterima: Bagaimana Nasib Pencari Kerja Lainnya
Lebih dari 3 Hektare Lahan RPH Medan Belum Produktif, Pemko Dorong Kerja Sama Investor
Kapolda Sumut Dengarkan Keluhan Ojol di Medan, Patroli Malam Diperintahkan Diperkuat
Operasi Patuh Toba 2026 di Medan Amplas, Polda Sumut Temukan Pengendara Tanpa Helm dan Kelengkapan Kendaraan
Minggu Kasih di Gereja Katedral Medan, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Jaga Kebhinekaan dan Lawan Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru